Adalah inisiatif baru Teater Garasi/Garasi Performance Institute yang ingin menjalin kontak dan pertemuan-pertemuan baru dengan tradisi, kebudayaan serta seniman dan anak-anak muda di kota-kota di luar (pulau) Jawa, sebagai suatu proses unlearning dan pembelajaran ulang atas (ke)Indonesia(an) dan (ke)Asia(an).

Bertolak dari kerangka ‘penciptaan bersama’ (collective creation) –suatu pendekatan penciptaan seni pertunjukan yang selama ini dikembangkan Teater Garasi, di dalam jejalin kontak dan pertemuan ini seniman-seniman Teater Garasi akan mengajak seniman dan anak-anak muda di beberapa kota (terpilih) di luar pulau Jawa untuk mengidentifikasi serta memberdayakan modal sosial dan kultural mereka dalam membaca, mendiskusikan serta mementaskan kegelisahan (concern) atas isu perubahan dan keberagaman di lingkungan masing-masing. Dengan kerangka semacam ini diharapkan suatu proses pertukaran pengetahuan dan proses belajar bersama dapat diberlangsungkan.

Karya dan proyek seni (pertunjukan) yang kemudian tercipta di dalam dan di antara kontak serta pertemuan ini diharapkan bisa melahirkan pengetahuan baru dan narasi-narasi alternatif atas kenyaataan-kenyataan perubahan dan keberagaman sosio-kultural di Indonesia dan Asia.

Teater Garasi adalah sebuah kolektif seniman lintas disiplin yang menjelajahi dan menciptakan berbagai kemungkinan seni pertunjukan sebagai bagian dari upaya memahami dan mementaskan kenyataan serta perubahan yang terjadi di masyarakat.

Teater Garasi/Garasi Performance Institute adalah salah satu penerima anugerah Prince Claus tahun 2013 dari Yayasan Keluarga Kerajaan Belanda (Prince Claus Fund), dengan pertimbangan, antara lain: “untuk semangat penjelajahan dan karya-karya inovatif yang merangsang seni pertunjukan di Asia Tenggara; … untuk menekankan serta merayakan sifat heterogen masyarakat Indonesia yang kompleks”

Sejak tahun 1993, Teater Garasi berjalan di atas kepercayaan dan praktik yang melihat seni pertunjukan sebagai suatu cara untuk mengolah dan memproduksi pengetahuan serta untuk melibatkan diri secara dialektis dengan lingkungan sosial politik. Visi dan praktik itu telah membawa seniman dan karya Teater Garasi ke pergaulan dan fora seni pertunjukan internasional.

Komunitas KAHE Maumere | Teater Nara Larantuka | Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan | Komunitas Bawah Arus Bangkalan |Komunitas Stingghil Sampang | Komunitas Biroh Ompos Sampang |Teater Tombak Sampang |Ujicoba Teater Sampang | Sanggar Seni Makan Ati Pamekasan |Teater Kerapan Pamekasan | Language Theatre Sumenep |Teater Padi Sumenep

Program ini diinisiasi oleh:

Dan didukung oleh: