Rabu, tanggal 11 April 2018, bertempat di Istana Dalam Loka, workshop penciptaan Bertolak Dari yang Ada, Bicara Pada Dunia dibuka oleh Bapak H. Hasanuddin, S.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan workshop ini diinisiasi oleh Teater Garasi/Garasi Performance Institute bekerja sama dengan Dewan Kesenian Sumbawa dan didukung oleh sejumlah komunitas seni di kota tersebut. Selama lima hari, dari tanggal 11-15 April 2018 workshop berlangsung di dua tempat, yaitu Istana Dalam Loka dan Hotel Cendrawasih. Fasilitator workshop antara lain Dendy Madiya, MN. Qomaruddin, Shohifur Ridho’i, dan Venti Wijayanti dari Teater Garasi. Adapun peserta workshop datang dari beragam komunitas, organisasi dengan beragam usia dan profesi.  Peserta workshop yang terlibat antara lain dari Sumbawa Cinema Society (SCS), Sumbawa Visual Art (SVA), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Solidaritas Perempuan (SP) Sumbawa, Teater kampus Universitas Teknologi Sumbawa, Sanggar Tari Mutiara Bungin, Studio 00, dan lain-lain.

Dalam workshop ini peserta diperkenalkan dengan metodologi ‘Penciptaan Bersama’ Teater Garasi yang diformulasikan dalam enam tahap: (1) menentukan pertanyaan, (2) riset, (3) improvisasi, (4) kodifikasi, (5) komposisi, dan (6) presentasi.

Hari pertama dan kedua workshop, peserta menemukan dan menentukan dua isu yang nantinya akan diolah menjadi karya bersama, yaitu ‘lingkungan’ dan ‘buruh migran’. Dalam isu lingkungan peserta mengajukan pokok soal seperti industri pariwisata, kedaulatan pangan dan pertanian. Sementara isu buruh migran berkisar di antara pokok kasus human trafficking, kekerasan seksual dan perlindungan hukum bagi buruh migran. Dalam rangka menungi dua isu besar tersebut, peserta kemudian memberi tema proyeknya: Sumbawa Hari Ini.

Proses selanjutnya adalah membuat karya dari data dan diskusi yang telah diselesaikan pada dua tahap sebelumnya. Meskipun peserta berasal dari disiplin seni yang berbeda, namun mereka justru tertarik dan tertantang untuk menubuhkan diskusi awal ke pertunjukan teater. Pada hari Minggu, tanggal 15 April 2018, presentasi karya berhasil dilaksanakan. Bagi beberapa peserta, presentasi dalam wujud karya seni dan tampil sebagai performer merupakan pengalaman pertama mereka. Selanjutnya diskusi paska presentasi berbicara tentang kemungkinan-kemungkinan bagaimana seni menjadi alat alternatif dalam menyampaikan isu sosial yang terjadi di Sumbawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *